Wartawan Serba Gratis…?

Untuk acara tertentu, wartawanpun juga diperiksa dengan menggunakan metall detector

Untuk acara tertentu, wartawanpun juga diperiksa dengan menggunakan metall detector

Profesi wartawan bukanlah profesi yang menjanjikan untuk kaya, karena sebagian besar gaji wartawan dibawah standar gaji PNS maupun gaji pegawai swasta. Namun profesi wartawan menjanjikan sebuah kesenangan dan kebebasan. Mungkin iming-iming ini yang membuat wartawan semakin menjamur di berbagai daerah.

Sebagai contoh, meskipun tidak punya uang, seorang wartawan bisa terbang kemanapun. Jangankan untuk keluar daerah atau keluar kota, keliling duniapun tidak mustahil. Dengan relasi yang banyak serta kemudahan berbagai akses, posisi wartawan boleh dikatakan orang terpenting di deretan papan atas kepemerintahan.

Bagi wartawan, bepergian tanpa membayar sepersenpun alias gratis memang telah lumrah, karena orang yang berkepentingan selalu melayani dan memperhatikan kesejahteraan wartawan yang diajaknya. Namun apakah semua yang diinginkan wartawan ini bisa didapatkan secara gratis…?

Aku sering mendengar cerita dari orang lain, yang mengatakan wartawan itu bisa bebas berkeliaran dimana-mana ibarat polisi. Saking bebasnya, wartawan malah dibilang bisa mengurus sesuatu dengan gratis, seperti pembuatan SIM, pembebasan segala pajak, serta luput dari hukum. Ini penilaian yang keliru.

Wartawan juga manusia dan warga negara yang harus tunduk pada aturan negara dan segala aturan di lingkungannya, yang tidak jauh berbeda dengan masyarakat lainnya. Mungkin dalam akses pelayanan wartawan bisa dipermudah pihak terkait karena profesinya, tapi bukan berarti bisa gratis.

Meskipun wartawan kenal dengan polisi, wartawan tetap harus membayar ketika membuat selembar SIM sesuai prosedur yang ditetapkan. Meskipun wartawan akrab dengan pimpinan PLN, wartawan tetap membayar tagihan listrik sesuai pemakaian. Semuanya tidak serba gratis seperti yang dibayangkan banyak orang. ***

~ oleh iwanrakelta pada Jumat, November 21, 2008.

2 Tanggapan to “Wartawan Serba Gratis…?”

  1. Profesi wartawan memang tidak berbanding lurus dengan waktu dan jenis kerja yang memakan tenaga. Apalagi gaji, syukur kalau standar regional (itu bagi yang sudah organik) klu yang lagi magang atau pemula kalau tidak punya talenta dan bakat untuk jadi wartawan jangan coba-coba karena pekerjaan ini butuh kemauan tinggi.(dandi)

  2. Klu masalah gratis tidak semuanya wartawan selalu gratis. tapi klu mau masuk pelabuhan, bandara, atau instansi mana pun di Indonesia wartawan hampir tidak menemui kesulitan.
    Wartawan gajinya kecil tapi bisa makan di restoran mahal, tinggal dihotel berbintang karena wartawan setiap hari punya teman apalagi bertemannya misalnya dengan Bupati, Gubernur dll. ya makanannya ya makanan gubernur. atau jika bupati ke Singapura minimal ajak wartawan.(dandi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: