SPBU VS HP

bbmHampir di setiap SPBU ditemui stiker atau gambar yang melarang penggunaan HP di lokasi SPBU. Jika ditanya ke petugas SPBU, jawaban tetap sama ‘agar tidak terjadi ledakan’.

“Ledakan pernah terjadi di luar negeri. Kami menyaksikannya dalam tayangan rekaman televisi ketika kami mengikuti pelatihan Program PASTI PAS Pertamina Way bulan Juli 2008 lalu, di mana seorang pengawas sedang membongkar BBM, naik tanki, kemudian tanki tersebut langsung meledak disebabkan HP yang tidak dimatikan,” ujar salah seorang petugas SPBU di Kota Padang.

Namun kenyataan sekarang, masyarakat mulai tidak peduli dengan ancaman ledakan tersebut. Buktinya, ketika HP berdering sewaktu pengisian bahan bakar, masyarakat tetap mengangkatnya tanpa merasa takut. Ketika ledakan tidak terjadi, masyarakat mulai tidak percaya atas peringatan resmi tersebut. Benarkah radiasi HP bisa menimbulkan percikan api dan ledakan ?

Menyinggung ‘larangan’ menggunakan HP di sekitar SPBU, menurut Ir. Sunarno, M.Eng., Ph.D., Ketua Program Magister Rekayasa Keselamatan Industri Fakultas Teknik UGM, tidak ada kaitan sama sekali, terutama dikaitkan dengan ‘percikan’ dan menyambar bahan bakar yang dikhawatirkan sejumlah kalangan.

“Ya kalo frekuensinya, mungkin bisa mengganggu sistem elektronik penghitungan sehingga mengganggu kalkulasi,” tuturnya.

Pernyataan senada juga disampaikan, Efrizon Ketua Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Ia menjelaskan, bahwa secara ilmiah sinyal HP ataupun radiasi yang ditimbulkan tidak ada kaitannya dengan potensi yang menimbulkan percikan api, apalagi bisa menyebabkan kebakaran.

Sinyal HP akan mengganggu jika SPBU menggunakan sistem digital dalam operasinya, terlebih bila SPBU itu menggunakan sistem frekuensi. Namun bukan berarti sinyal HP bisa menimbulkan kebakaran, sebab kebakaran terjadi karena ada api, sementara frekuensi atau sinyal HP tidak bisa menimbulkan percikan api.

“Lain halnya kalau HP itu terjatuh, kemudian terjadi percikan api, tapi tetap tidak ada kaitan dengan sinyal atau frekuensi. Itu tidak ilmiah,” tegas Efrizon.

Entah mana yang benar dan salah. Yang jelas, pernyataan antara pihak SPBU maupun Pertamina dengan pakar elektronika sangat bertentangan. Pemerintah mestinya berani membiayai penelitian tersebut dan mensosialisasikan hasilnya ke masyarakat luas, agar tidak terjadi miss communication yang bisa merugikan berbagai pihak.***

~ oleh iwanrakelta pada Senin, Desember 15, 2008.

Satu Tanggapan to “SPBU VS HP”

  1. setuju bro , artikel ok tuh !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: