Kamera Digital

Tips Membeli Kamera Digital

Tertarik membeli dan memiliki kamera digital…? Sebagian besar orang menginginkan kamera yang murah dengan hasil yang optimal. Mungkinkah harga murah bisa menghasilkan yang bagus…? Merek apa yang bagus….? Sebaiknya beli dimana…? Kalau seandainya rusak, diperbaiki kemana…?. Begitulah sebagian kecil pertanyaan yang sering kudengar.

Saya akan menggambarkan beberapa tips untuk membeli suatu kamera foto digital. Jawaban ini saya rangkum dari berbagai sumber, baik dari pengalaman pribadi, pengalaman teman maupun dari sumber-sumber lainnya.

Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya

Ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu kemampuan, spesifikasi, dan kekurangan dari kamera yang anda taksir untuk dibeli itu. Jika perlu, dianjurkan untuk mengetahui toko resmi yang menjual kamera foto tersebut. Misalnya, kalau di Kota Padang, Terminal Foto merupakan toko atau agen resmi penjualan kamera foto merek Nikon. Selain harganya standar, kita akan terbantu jika kamera kita mengalami kerusakan, terutama untuk membantu mengirimkan ke perusahaan kamera di pusat, karena di Kota Padang tidak ada teknisi khusus kamera foto.

Untuk memilih merek, sebaiknya anda memilih merek produk yang dapat memberikan “support” terhadap konsumen, antara lain training penggunaan kamera digital apabila konsumen belum dapat menggunakan kamera tersebut, update software, upgrade fimware dan mengatasi trouble shooting dsb.

Bertanya kepada pakar, atau orang yang sudah pernah menggunakan akan sangat membantu kita untuk menentukan apakah kamera tersebut layak untuk dibeli. Beberapa website di internet banyak memberikan review tentang kamera digital, mulai dari yang mengulas secara global sampai direview sedetail-detailnya. Tempat diskusi di Internet juga sangat dianjurkan untuk dijadikan referensi sebelum membeli kamera digital.

Disesuaikan dengan Keperluan

Coba pikirkan, apa yang anda foto dengan kamera digital yang baru, apakah untuk memfoto anak-anak, keluarga atau pemandangan. Sebagai contoh, bila anda lebih sering memfoto kegiatan olahraga atau anak-anak, mungkin anda butuh kamera digital yang mempunyai “speed” atau kecepatan yang baik atau tinggi.

Apakah anda termasuk pemula atau profesional, bila anda masih pemula, sebaiknya mencari kamera digital yang mudah digunakan dengan banyaknya setting yang otomatis sehingga tidak perlu repot atau bahkan beresiko gagal pada saat anda memfoto.

Apakah anda akan banyak mencetak foto yang ada dan sering mencetak dalam ukuran besar? Bila kebanyakan untuk foto maksimum ukuran 4R (standar) maka resolusi foto 2 megapixels sudah lebih dari cukup.

Sebagai pedoman, gambar digital dibuat oleh titik-titik yang disebut piksel. Resolusi ini merujuk pada banyaknya piksel yang bekerja sama membuat suatu foto. Biasanya ditunjukkan oleh horizontal x vertikal. Resolusi 1280×960 memiliki total 1,2 Megapixel. Semakin besar resolusi akan memproduksi foto yang juga lebih baik.

Banyak iklan yang mengekspos kamera foto digital dengan aneka megapixel, namun banyak juga dari kita tidak mengerti sampai sebesar apa megapixel yang kita butuhkan. Biasanya, semakin besar megapixel dari sebuah kamera, harganya juga akan semakin mahal, namun untuk kualitas gambar, megapixel yang besar tidak menjamin kualitas yang baik. Teknik pengambilan yang baik bisa mendukung gambar yang bagus, meskipun megapixelnya rendah.

Untuk kepentingan hasil cetak, sesuaikan resolusi yang ditawarkan dengan pilihan Anda. Biasanya dalam satu kamera tersedia pilihan resolusi yang berbeda. Jika hanya ingin mengirim foto melalui e-mail, resolusi 640×480 sudah memadai. Tapi jika ingin mencetak dengan ukuran besar sebaiknya pilih resolusi yang lebih besar, agar gambar tidak pecah dan buram.

Sebuah kamera digital dengan 2 megapixel sudah cukup untuk foto sehari-hari dan cukup untuk dilihat di layar komputer dan dicetak sampai dengan ukuran 6R. Jika anda berencana mencetak pada ukuran lebih besar, setidaknya diperlukan 3 megapixel.

Selanjutnya jika masih mau mencetak lebih besar lagi, maka megapixel yang dibutuhkan semakin besar lagi. Begitu seterusnya. Jika kita menginginkan cetak dengan ukuran besar namun memiliki megapixel yang rendah, maka hasilnya akan kabur dan pecah. Kadang terlihat semrawut. Meskipun di sebuah software adobe Photoshop misalnya mampu meningkatkan megapixel, namun dasar foto yang memiliki megapixel rendah tetap tidak akan mempengaruhi kualitas, dengan kata lain hasilnya tetap tidak sesuai dengan keinginanan kita.

Saya sarankan, pilihlah kamera dengan resolusi minimum 2000 x 3000 pixel. Dengan demikian kita bisa mencetak foto seukuran 8 x 12 yang kualitasnya prima, sesuai keinginannya untuk memajang karya terbaiknya di dinding rumah. Namun harus diingat, semakin tinggi megapixel, maka semakin tinggi pula ukuran file di hardisk anda, dengan kata lain hardisck komputer anda harus banyak yang kosong.

Cobalah kamera tersebut sebelum membeli

Kamera digital hampir sama dengan digital media lainnya, biasanya dilengkapi dengan menu dan tombol-tombol pengontrol untuk disesuaikan dengan keperluan kita. Beberapa kamera memiliki perintah yang mudah dimengerti dibanding jenis lainnya. Perbandingan mudah atau susah dapat anda simpulkan jika anda sudah mencobanya.

Perhatikan juga time delay dari mulai kita tekan tombol shoot sampai gambar selesai diambil (shutter lag). Kamera tertentu ada yang delaynya sangat lama, tetapi ini juga berpengaruh dari kondisi ruang dan cahaya tempat kita mencoba kamera tersebut. Coba juga lensa zoomnya (optical zoom), apakah dapat digunakan dengan mudah dan cepat. Ketahuilah juga berapa lama waktu yang harus ditunggu dari mulai menghidupkan kamera sampai kamera siap untuk digunakan. Jangan lupa mencoba LCD dan viewfindernya.

Perhatikan Fitur dan Pendukung Lainnya

Setiap jenis dan merek kamera memiliki fitur yang berbeda. Untuk kamera saku, disarankan untuk memilih kamera dengan minimal 2x optical zoom, memiliki memori eksternal, memiliki kartu garansi, memiliki kabel USB yang terhubung dengan koneksi komputer atau perangkat lainnya, memiliki setting kamera yang tidak terlalu rumit dan mudah dipahami, serta perhatikan battery (baterai).

Jenis baterai yang digunakan biasanya terdiri dari 2 jenis yaitu baterai isi ulang dan baterai kering (dry battery), masing-masing mempunyai keunggulan seperti baterai kering walaupun tidak tahan lama dibandingkan dengan baterai isi ulang, setidaknya dengan baterai kering akan memudahkan kita untuk mencari penggantinya.

Jika kamera anda menggunakan baterai lithium, pemakaiannya tidak terlalu memerlukan banyak perhatian, cukup dicharge dan pakai, kalo selesai dipakai, silahkan di charge lagi. Bebeberapa kamera menggunakan baterai jenis AA. Untuk jenis ini, kita bisa memilik menggunakan baterai Alkaline, atau baterai yang bisa diisi ulang. Saya menyarankan untuk menggunakan baterai jenis isi ulang dibandingkan jenis Alkaline. Memang harga baterai isi ulang sedikit lebih mahal dibandingkan Alkaline, tetapi kemampuanya dipakai beberapa kali (diisi ulang bisa sampai 500x pemakaian normal), maka harga baterai ini akan menjadi jauh lebih murah. Tetapi harap berhati-hati untuk tidak membeli baterai isi ulang jenis AA yang palsu, karena sekarang sudah banyak beredar dipasaran.

Jika anda lebih berniat merekam video, sebaiknya dipertimbangkan untuk membeli handycam atau alat sejenis yang memang dibuat untuk merekam video. Untuk kepentingan foto agar lebih maksimal, disarankan untuk memilih kamera yang tidak memiliki fitur video.

Perhatikan fitur sensor gambar (meliputi prosesor CCD/CMOS), yang akan membantu kinerja kamera, agar menghasilkan gambar dengan kualitas superior, bersih, sekaligus mengoptimalkan setting kanera saat digunakan.

Bila anda sering melakukan foto pada malam hari, mungkin kamera digital yang bisa menggunakan flash tambahan merupakan alternatif terbaik untuk anda pilih.

Untuk mencari informasi tambahan lainnya tentang kamera yang anda inginkan, bisa dilihat di situs-situs yang menyediakan informasi tentang kamera, seperti http://www.kamera-digital.com/, http://jcommunity.forumotion.net/, http://www.fotografer.net/, http://photography.ches.ws/id/, dan sebagainya.

~ oleh iwanrakelta pada Minggu, Februari 1, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: