Tabur Gula Ala India

Berebut Gula Pasir

Berebut Gula Pasir

PADANG, Haluan Ribuan masyarakat di kawasan Pondok Kota Padang dan sekitarnya tumpah ruah berebut gula pasir yang diberikan secara cuma-cuma oleh perkumpulan orang India di Kota Padang di halaman Mesjid Muhammadan kawasan Pasa Batipuh Kelurahan Pasa Gadang Kecamatan Padang Selatan Kota Padang, Senin (25/05/2009). Pemberian gula pasir ini terkesan unik, karena sejumlah perwakilan keturunan India ditunjuk menaiki atap Mesjid kemudian melemparkan gula pasir tersebut ke masyarakat. Meski perebutan gula ini terlihat ada yang terjatuh dan terinjak, namun kegiatan ini berjalan aman dan lancar, tanpa ada korban jiwa maupun yang mengalami luka-luka. Menurut M.Hafiz Max (53), salah seorang sesepuh keturunan India di Kota Padang, kegiatan ini merupakan agenda komunitas orang India di Kota Padang yang dilaksanakan secara rutin satu kali dalam setahun. Kegiatan ini telah berlangsung beratus tahun yang lalu, dan secara turun temurun prosesi ini tetap dipertahankan dan dijalankan. “Kegiatan ini merupakan rangkaian Maulid Sahul Hamid yang bertepatan dengan penyambutan awal bulan Jumadil Akhir. Pemberian gula yang dikenal dengan serak gula atau tabur gula ini memiliki makna, agar masyarakat tehindar dari segala bahaya serta terciptanya keselamatan,” ujarnya. Menurutnya, dalam tradisi orang Islam India, ada 3 kegiatan maulid yang dilaksanakan. Yang pertama adalah Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebulan setelah itu dilaksanakan Maulid Syeh Abdul Karim Jailani yang diyakini sebagai Wali Allah. Kemudian menyambut awal bulan Jumadil Akhir dilaksanakan kembali Maulid Sahul Hamid yang juga diyakini sebagai Wali Allah. Dalam rangkaian Maulid Sahul Hamid ini, kegiatan ini dimulai dengan pelaksanaan Shalat Ashar secara berjamaah yang dilanjutkan dengan doa bersama. Setelah ini, para peserta juga meminum air putih yang telah diberi jeruk nipis dan gula, yang mana air ini juga telah diberi doa-doa. Sebelum mengawali kegiatan tabur gula, komunitas ini memasang bendera dengan logo bulan sabit dan bintang sebagai simbol agama Islam. Bendera ini dipasang berjejer di samping kanan dan kiri Mesjid Muhammadan dan di atas mesjid pada bagian depan. Setelah itu, gula pasir yang telah dibungkus dengan kain yang beragam corak dan warna ini diangkat ke atap mesjid bagian depan. Di atas atap mesjid inilah sejumlah orang ditunjuk, melaksanakan tugasnya dengan cara melempar gula pasir ke arah masyarakat yang berada di bawah. “Gula pasir ini merupakan sumbangan dari anggota komunitas keturunan India di Kota Padang. Banyaknya gula dalam satu bungkusan tergantung individu orang yang menyumbang. Dalam kegiatan ini, ada sekitar 1 ton lebih gula pasir yang dikumpulkan dan diberi kepada masyarakat,” jelas M.Hafiz Max. Ia mengatakan, rangkaian Maulid Sahul Hamid di Kota Padang ini merupakan kegiatan satu-satunya yang dilakukan orang India di Indonesia. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pembacaan Kitab Maulid yang mana kitab ini hanya terdapat di negara India dan Singapura. “Maulid ini berlangsung selama 10 hari, dan kegiatan ini merupakan hari perdana. Pada malam terakhir akan dilaksanakan pawai cendana dengan membawa cirano yang berisikan kayu cendana yang telah diiris memebentuk serbuk seperti tepung, yang juga disertai pembacaan ayat-ayat suci Alquran,” tambahnya. (wan)

~ oleh iwanrakelta pada Senin, Mei 25, 2009.

3 Tanggapan to “Tabur Gula Ala India”

  1. Bang ,tolong informasi kalau ada acara tabur gula tahun ini ya?

  2. Saudara,
    Hi, apa khabar? Nama saya Krishna, seorang director program Dokumentari TV dari Kuala Lumpur malaysia. Saya ingin bantuan Saudara jika boleh untuk menjayakan dokumentari saya mengenai komunitas India (tidak kira apa agama atau kasta) yang merupakan rakyat di Singapura, Sri Lanka, Malaysia, Australia dan Indonesia.

    Justeru mengenai Padang, apakah wujud komunitas Indonesia keturunan India di tempat Saudara?
    Apakah populasinya? Bagaimana budaya mereka kini?
    Apakah agama yang dianuti? Apakah tarian, pakaian, muzik atau lagu, hiburan, wajah mereka dan semuanya tentang komunitas ini?
    Siapakah tokoh di antara mereka? Apakah kerjaya/bisnes mereka?
    Diharap saudara dapat membantu saya menjayakan dokumentari ini yang akan ditayangkan di TV2, RTM Malaysia.

    Saya dan penolong director akan sampai di Medan pada 5 Mei 2010 untuk recce/survey. kami bercadang utk ke Jakarta dan Yogyakarta kemudiannya.

    Bagaimana saudara boleh menolong kami?

    Sekian.

    Saya yang berharap
    Krishna

  3. hehee,, mau jg tuch ikut rebutan,, kykx rame dech :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: