Dukun Cabul

Dukun CabulDiduga melakukan pencabulan yang berujung perbuatan tidak senonoh kepada siswi kelas V SD, terdakwa Plister panggilan Iten (41), yang berprofesi sebagai dukun di Takkuman Desa Sioban Kecamatan Sipora Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, diajukan ke persidangan di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (25/06/2009).

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muldiana SH, perbuatan terdakwa melanggar pasal 81 ayat 2 dan pasal 82 Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Perbuatan cabul yang berujung perbuatan tidak senonoh ini terjadi pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2009 sekitar pukul 10.00 WIB.

Awalnya, orangtua korban mengalami kegelisahannya setiap hari tanpa ada kejadian yang menimpanya. Semula ia menduga, kegelisahannya disebabkan oleh sesuatu faktor yang tidak diketahuinya. Dalam kegelisahan ini, timbul inisiatif untuk berkonsultasi dengan dukun.

Orangtua korbanpun pergi ke rumah Dukun Iten yang telah diketahui warga Sioban yang bisa mengobati berbagai penyakit. Di tempat ini, orangtua korban menceritakan semua yang dialaminya.

Mendengar penuturan tersebut, Dukun Iten lalu mengeluarkan ilmu dukun yang dimilikinya. Ia mengatakan, kalau orangtua korban beserta seluruh anggota keluarga telah diguna-gunai oleh seseorang, namun guna-guna tersebut belum sempat mengenai orangtua korban beserta keluarganya.

Dukun Iten menyarankan kepada keluarga korban untuk melakukan pengobatan. Bahkan dukun ini juga mengatakan, korban harus diobati secepatnya, dan jika terlambat akan terkena penyakit gatal-gatal. Tanpa merasa curiga, orangtua korbanpun mengikuti keinginan sang dukun.

Tanggal 28 Februari 2009, korban beserta keluarga menemui Dukun Iten di rumah kediamannya di Km 2,5 Desa Tua Pijat Kecamatan Sipora Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sesampainya disana, Dukun Iten mulai melakukan ritual pengobatan dengan memandikan kedua orangtua korban yang berpakaian lengkap dengan air yang telah dibaca mantra.

Sementara itu, korban dimandikan dalam keadaan tanpa sehelai benang yang melekat di badan, dengan air yang telah dicampur daun kayu yang telah dibaca mantra. Setelah itu, korban disuruh mengenakan pakaiannya kembali dan dukun ini lalu mengatakan kepada kedua orangtua korban, bahwa korban harus dilakukan pengobatan secara khusus untuk menghindari penyakit gatal-gatal.

Pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2009 sekitar pukul 09.00 WIB, Dukun Iten mengajak korban ke pantai dengan jalan kaki untuk memulai pengobatan. Korban disuruh duduk diatas dahan kayu yang terletak di tepi pantai. Kemudian Dukun Iten membasahkan rumput yang bercampur daun-daunan dengan air laut, dan mengusapkan ke kepala korban.

Ketika proses ini berlangsung, korban sempat menanyakan penyakit apa yang dideritanya. Korban merasa heran, karena ia sama sekali tidak merasakan gatal-gatal seperti yang dijawab dukun.

Setelah menjalani proses ritual ini, korban diajak pergi ke tempat rerumputan yang berada di Dusun Jati, yang terletak sekitar 200 meter dari pantai. Di tempat inilah Dukun Iten melakukan pencabulan yang berujung melakukan perbuatan tidak senonoh kepada korban.

Dukun Item juga mewanti-wanti korban agar perbuatan yang dilakukannya tersebut tidak diberitahu kepada orangtua korban. Selanjutnya, Dukun Item bersama korban kembali ke rumahnya. Dukun Item lalu menemui tukang ojek yang tidak jauh dari rumahnya, lalu menyuruh tukang ojek tersebut untuk mengantarkan korban ke rumah orangtuanya.

Akibat kejadian ini, korban merasa ketakutan, trauma dan malu jika bertemu dengan orang lain.

Setelah mendengarkan dakwaan yang dibacakan JPU, akhirnya Majelis Hakim yang diketuai oleh Masrul mengundur sidang hingga Kamis (02/07/2009), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (wan)

~ oleh iwanrakelta pada Jumat, Juni 26, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: