Wawancara Khusus

 

PADANG, HM – Di usia 62 tahun, TNI-AU dituntut untuk meningkatkan keprofesionalan kerja dalam melaksanakan tugas TNI matra udara bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan wilayah udara yuridiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi, melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara, serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara.

Walau dituntut professional, namun Pangkalan Udara (Lanud) Padang ternyata masih memiliki banyak kekurangan, seperti kekurangan personil, sarana dan prasarana. Bagaimanakah Lanud Padang menyiasati kekurangan ini agar tetap bekerja optimal dan professional. Simak petikan wawancara wartawan Haluan Haswandi, dengan Komandan Lanud (Danlanud) Padang Letkol PNB Sugiharto Prapto.

 

Berapa jumlah personil Lanud Padang saat ini?

Saat ini, TNI-AU Lanud Padang berjumlah 152 personil. Jumlah ini belum ideal dalam suatu Pangkalan Udara. Kekurangan personil ini, tidak lepas dari kondisi ekonomi bangsa, anggaran dana, penghematan biaya serta kebijakan lainnya yang dilaksanakan pemerintah.

 

Jumlah idealnya personil Lanud ini berapa?

Untuk suatu pangkalan udara, idealnya berjumlah 250 personil. Namun kebijakan penambahan personil ini bukan di tangan kami. Walaupun demikian, kami tetap akan menciptakan kondisi kondusif dan keharmonisan di Kota Padang.

 

Saat ini, kawasan perumahan Lanud Padang telah dipagar dengan rapi. Apakah ini untuk menciptakan suasana kondusif anggota TNI-AU dan melarang masyarakat masuk dalam kawasan ini?

Pemagaran ini umum dilakukan pada kawasan pangkalan udara. Tujuannya untuk keamanan pesawat yang mendarat di pangkalan ini. Jika kawasan ini dibuka untuk umum, siapa nantinya yang akan bertanggungjawab pada keselamatan awak dan penumpang pesawat serta keutuhan pesawat itu sendiri.

 

Bukannya Lanud Padang belum memiliki pesawat?

Itu benar, walaupun Lanud Padang belum memiliki pesawat sendiri, namun sangat banyak pesawat yang mendarat di sini. Setiap jadwal penerbangan militer, itu akan singgah di setiap pangkalan Angkatan Udara, tidak terkecuali di Lanud Padang ini.

 

Bagaimana cara pelatihan bagi anggota jika Lanud Padang tidak memiliki pesawat. Apakah skill mereka bisa diandalkan?

Oh, tentu saja. Kita tidak bertumpu pada kelemahan kita, namun perlu menyiasati kelemahan itu untuk menjadi suatu kekuatan. Walaupun pesawat tidak ada, namun para anggota tetap mempertahankan dan meningkatkan skill mereka.

 

 

Caranya…?

Seperti yang saya katakan tadi, jadwal penerbangan militer seluruh pangkalan AU akan disinggahi. Kedatangan pesawat militer ini dijadikan sebagai sarana latihan menuju keprofesionalan. Di saat pesawat datang, para personil harus siap di segala bidang, seperti petugas tower, petugas operasi dan petugas lainnya. Persiapan di saat kedatangan dan keberangkatan merupakan pelatihan bagi anggota secara tidak langsung dan kami akan terus meningkatkan pelayanan itu.

 

Apakah ada pelayanan lain yang dilakukan Lanud Padang?

Tentu…semua tamu militer yang datang ke pangkalan ini kami layani dengan baik, mulai dari layanan penginapan, kesehatan, ramalan cuaca dan sebagainya. Jadi kami ini sifatnya hanya sebagai seorang pelayan, yang melayani semua pengunjung.

 

Bagaimana dengan area Lanud Padang ini sendiri, apakah tetap layak sebagai tempat pangkalan udara?

Saat ini luas area Lanud Padang mencapai 268 hektar. Sebenarnya, pangkalan udara ini membutuhkan areal yang lebih luas, agar pesawat bisa mendarat dengan aman. Namun, kami belum memikirkan rencana penambahan skala prioritas, karena ini tidak lepas dari kebijaksanaan pusat.

 

Bukannya Lanud Padang memiliki sejumlah area yang tidak terpakai ?

Itu penilaian masyarakat. Semua areal di Lanud Padang ini berfungsi dengan baik. Kalau dilihat sepintas, memang banyak ruangan kosong yang seolah-olah tidak termanfaatkan. Namun, kami memang harus memiliki area yang kosong, perlu ruang yang luas bagi pesawat. Jika sekarang tidak ada bangunan di area kosong, memang area itu dikosongkan dan tidak pernah diperbolehkan untuk membangun. Ini demi keamanan dan kenyamanan pesawat.

 

Terkait wacana Pemko Padang untuk menjadikan wilayah ini sebagai Terminal Kota, apakah Lanud Padang setuju…?  

Wacana kan boleh-boleh saja. Secara pribadi solusi Pemko Padang wajib didukung. Namun secara lembaga, kami tentu memikirkan, mempertimbangkan dan tidak bisa menyetujui begitu saja. Lanud ini merupakan asset vital, tidak segampang mendayagunakan kegiatan lain. Bagaimanapun juga, keputusan akhir kami terletak dari keputusan Mabes AU. (***)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: